Purnama ku
“Jika aku bukan jalanmu ku berhenti mengharapkanmu Jika aku memang tercipta untukmu ku kan memiliku.” Penggalan lirik sendu yang saat ini menggambarkan hati dan perasaanku, aku yang hanya bisa diam melihatmu sembari tersenyum sebetulnya menahan sakit seperti tercabik oleh keadaan yang kian hari kian menyiksaku. Pertanyaan “receh” pun muncul dalam benakku, apakah aku harus terus berharap pada harapan semu yang samar samar memudar karena aku tidak yakin? Tidak ada diksi yang bisa menjelaskan ini semua, yang ku tau aku hanya ingin dirimu!!! malam itu aku pulang dengan wajah palsu terpasang. Di depan semua orang aku tertawa lepas seakan semua baik baik saja padahal di dalam sini di lubuk hati yang paling dalam aku menahan semuanya. Baru, setelah semua pergi aku menangis aku merasa aku semakin jauh darimu dan aku lihat memang aku kalah dari semua hal. Dia selalu ada untukmu, dia bisa menyentuhmu di depan semua orang tanpa ada rasa takut dan khawatir akan di lihat oleh semua ma...