Purnama ku

 

“Jika aku bukan jalanmu ku berhenti mengharapkanmu

Jika aku memang tercipta untukmu ku kan memiliku.”

Penggalan lirik sendu yang saat ini menggambarkan hati dan perasaanku, aku yang hanya bisa diam melihatmu sembari tersenyum sebetulnya menahan sakit seperti tercabik oleh keadaan yang kian hari kian menyiksaku. Pertanyaan “receh” pun muncul dalam benakku, apakah aku harus terus berharap pada harapan semu yang samar samar memudar karena aku tidak yakin?

Tidak ada diksi yang bisa menjelaskan ini semua, yang ku tau aku hanya ingin dirimu!!! malam itu aku pulang dengan wajah palsu terpasang. Di depan semua orang aku tertawa lepas seakan semua baik baik saja padahal di dalam sini di lubuk hati yang paling dalam aku menahan semuanya. Baru, setelah semua pergi aku menangis aku merasa aku semakin jauh darimu dan aku lihat memang aku kalah dari semua hal. Dia selalu ada untukmu, dia bisa menyentuhmu di depan semua orang tanpa ada rasa takut dan khawatir akan di lihat oleh semua mata.

Sementara aku? Aku hanya bisa melihatmu dari jauh sangatt jauh, aku juga ingin ada disitu aku juga ingin menyentuhmu bahkan aku juga ingin menjadi tempatmu pulang. Tapi apa bisa? Jelas tidak, semua yang aku ingin itu hanya harapan dan angan yang entah kapan harus aku buang dan lupakan. Sejenak aku sadar harus segera pergi darimu, apalagi setelah meilhat “itu” dia ada untukmu dia tempatmu pulang ketika kau rapuh, sakit dan butuh bahu untuk bersandar. Dia selalu ada untukmu, aku yang setiap harinya semakin tidak tahu diri ini selalu ingin menjadikanmu milikku sepenuhnya. Tetapi saat aku mulai tenggelam dengan harapan dan keinginan itu aku harus bangun dan menyadari bahwa kau hanya bayangan hatiku yang hanya tinggal sebentar.

Bagaimana jika aku tidak baik baik saja? Bagaimana jika aku tidak sanggup lagi? Bisakah kau tetap disini? Di hatiku, walau kau bukan milikku. Aku berusaha melupakanmu berusaha menjauh darimu tetapi sulit sangat sulit. Lagi aku kembali padamu kembali pada kenangan yang kita buat bersama tertawa saling bertukar cerita bertukar kata sayang, aku tidak bisa jauh darimu. Andai kau tau aku selalu menyelipkan namamu di setiap doaku aku terlalu mencintaimu aku terlalu takut kau pergi, tapi aku bisa apa? Sekali lagi aku bukan rumah bagimu aku hanya tempat singgah saat purnamamu redup itulah aku.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lovely Tears ...