Lovely Tears ...
Malam
itu aku duduk melihat langit, aku tahu aku tidak sempurna banyak sekali salah
yang aku perbuat. Aku hanya perempuan yang takut merasa sakit dan jatuh karena
cinta, aku takut di tinggalkan aku takut di abaikan dan bahkan aku takut tidak dicintai.
Lantas mengapa aku harus menangis dan mengemis cinta? Padahal aku tau akhir
dari kisah ini, aku tau aku hanya akan menyakiti diri sendiri. Seperti berjalan
di atas pecahan kaca tanpa alas kaki aku biarkan sakitnya menembus sampai ke
dalam daging dan aku biarkan darah keluar dan ikut menyertai langkahku.
aku
hanya butuh waktu untuk mencerna apa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi
saat ini padaku, tidak mudah ternyata bagiku untuk terus melihat lurus ke depan
tanpa harus melihat kemana mana. Aku hanya butuh sandaran untuk menangis dan
sembunyi dari semua ilusi dunia ini, tapi ternyata sulit. Lagi aku terjebak
dalam lubang kehampaan yang kosong dan gelap aku kembali berusaha untuk bangun
dan mencari jalan keluar berusaha untuk tidak jatuh kembali ke dalam lubang
yang sama, tapi aku butuh tangan yang mau memegangku erat agar aku tidak jatuh
lagi.
Berharap
pada manusia hanya akan membuat aku terus terluka, pada akhirnya hanya diri
sendiri yang bisa ku harapkan. Aku tidak sekuat itu, aku juga rapuh aku sedih
aku terpuruk. Apa ada yang mau mengerti ini? Aku rasa tidak, aku pernah berubah
menjadi wanita baik tapi jadi baik pun ternyata tidak cukup. aku harus apa? Menangis?
Sudah sejak dulu aku menangis walau aku tau menangis tidak akan pernah bisa
menyelesaikan apa apa.
Malam
ini juga aku menangis, terus menangis karena dada ini sangat sesak sampai aku
tidak bisa bernafas. Puas tidak kau buat aku begini? Sampai aku tidak bisa
mengenali diriku sendiri. Aku bisa sendiri, aku bisa tenang dan aku bisa
tanpamu, ya aku bisa! Dari dulu pun aku sudah biasa mengatasi semuanya sendiri
tanpa bantuan siapapun aku sudah biasa aku bisa melewatinya aku yakin. Terkadang
menjadi wanita brengsek lebih baik di bandingkan menjadi wanita idaman para
lelaki calon penghuni surga.
Komentar
Posting Komentar