Hati tanpa "Hati"
Salahkah jika seorang
wanita menuntut mesra pada pasangannya? Kisah ini disebutnya sebagai kisah
rumit yang membelenggu dirinya. Satu kisah romansa “lagi” yang coba ku tuang
dalam sebuah tulisan klasik. Mungkin wanita itu merasa bahwa dirinya bukanlah
olenka dalam kisah tulisan Budi Darma, olenka oh olenka seandinya diriku adalah
dirimu pasti mudah untuk mengabikan perasaan ini semua.
Hati yang mengkerut
karena rasa “dingin” yang dimunculkan oleh sang aktor membuat semuanya campur
aduk jadi satu. Aku hanya mempunyai hati yang menurutmu rumit, tapi hati ini
lah yang membawaku pada rasa sayang dan rasa takut akan kehilangan dirimu. Tulisan
cinta lagi, ahh pasti orang bosan membacannya karena sudah pasaran dan terkesan
berlebihan. Ruang hampa yang kadang tuan berikan padaku ini perlahan mengkoyak
habis setiap rongga hatiku sampai aku tidak bisa merasa kau cinta aku apadanya.
Malam sunyi seakan mengeluarkan
desir kata-kata yang seolah berbisik padaku untuk bangun dan jangan larut dalam
kisah ini. Malam itu juga aku melihat bulir hujan yang turun menyapa dinginnya
aspal jalan dan tanah yang ada di halaman rumahku, aku melihat mereka menari
elok seperti menertawakan kondisiku. Ahh sialan kalian hanya datang disaat aku
sedih lalu mengolok ngolokku dan pergi. Apa aku salah dengan rasa dan perasaan
ini? Ini bukanlah kisah cinta Romeo
dan Juliet atau Layla dan majnun, tapi
kisah cinta rumit yang baginya hanyalah beban.
Aku berusaha mengalilhkan
pikiranku pada sesuatu hal yang mungkin aku tidak suka, hanya sekadar lari dari
kisah cinta ini. Tapi hasilnya nihil, aku tidak bisa mengabaikan rasa ini
kumohon padamu wahai pria dewasa lihatlah dengan kacamata lain hatimu, aku yang
selalu berharap pelukan mesra mu dan untaian kata segarmu hanya untuk sedikit
membuat hatiku diam dan tidak merasa sendiri. Sekali lagi apa salah aku
menuntut mesra? Seperti lirik lagu banda
neira sampai jadi debu, akankah aku dan dirimu akan seperti itu?
Bisakah tuan menjadi
seperti majnun bukan menjadi gila, tetapi menjadi tergila gila akan Layla karena
cintanya yang mendalam? Dingin, itu yang aku rasa padamu tuan mungkin ini
hanyalah bualan kosong dan berlebihan menurutmu karena tuan tidak suka diberi
sangkar. Angin malam ini akan jadi mata, telinga dan hati yang melihat, mendengar
dan merasakan ke hampaan diriku. Hanya saja bodohnya aku, aku terlalu takut
untuk tuan pergi oleh karena nya lihat aku dari sisi tuan yang lain menggunakan
kacamata ajaib yang bisa melihat transparan jauh kedasar hatiku.
***
Komentar
Posting Komentar