Telanjangi Aku ...
Perkenalkan
namaku Orlin, aku adalah gadis yang tumbuh dan berkembang di salah satu kota
besar di Indonesia. Semuanya berawal dari aku yang sangat suka sekali dengan
pria ini, pria yang sudah berhasil membuat aku terlena akan gelapnya dunia dan
juga pria yang membuat aku merasakan rasanya tercabik oleh cinta. Satu kisahku
yang “mungkin” bisa menjadi pelajaran bagi kalian wahai gadis gadis polos di luaran
sana.
Hujan
turun menyapa kerasnya aspal jalanan kota Bandung, aku yang pada saat itu hanya
bias diam dan merasakan hembusan angin hujan yang masuk sampai menyentuh urat
nadiku mulai merasa bahwa hujan adalah teman terbaikku dikala aku sedang merasa
sendu. Sendu, perasaan yang sukar untuk aku tafsirkan karena sejujurnya diriku
tidak ingin merasakan perasaan risih ini. Aku sedang merasa jatuh dan berada di
titik rendah hidupku, terjerembab dalam satu jebakan hidup yang kadang
membuatku ingin pindah dari tubuh ini.
Semuanya
berasal dari lelaki kusut itu, aku jatuh cinta padanya dan aku sulit untuk
berpaling darinya. Dia yang sudah bawa jauh hatiku masuk kedalam kerajaan iblis
cinta nya, juga berhasil membuat aku tunduk sebagai “pesuruh” cinta sialannya
ini. Tapi aku suka, semakin lama dia menyiksaku dengan gairah cintanya semakin
pula aku jatuh dan terjebak oleh rasa ini, rasa yang dimana seharusnya aku tinggalkan
dan malah aku puja setiap hari, setiap detik dan setiap jengkal hidupku. Aku rela
di telanjangi oleh nya bahkan jika dia menyuruhku untuk menjadi boneka yang
hanya dia pakai saat dia sedang “ingin” aku pun rela, karena aku cinta.
Begini
aku hanya perlu begini, menuruti semua hasrat birahinya sampai dia puas dengan begini aku sempat
berfikir bahwa dia akan tinggal lebih lama menetap di hatiku yang rapuh. Oh tuan
hari ini aku sedang iri terhadap hujan yang mencumbu mesra aspal jalanan itu,
aku tidak berani menganggu waktu romansa mereka sehingga aku nekat menerobos
momen indah itu sambil berlari dan hujan pun sukses memperkosa tubuhku. Aku ingat
disaat seperti ini di keadaan yang sama seperti sekarang ini kau datang menghampiriku
dan mengajakku saling membuka helai demi helai kain untuk saling menghangatkan diri.
Caramu
yang mencium lembut bibir ku membuat aku semakin terlena dan rela meyerahkan
semua tubuh ini hanya untuk mu tuan. Sentuhanmu juga sukses membuat aku tak
berkutik dan siap mengikuti permainanmu sampai pagi datang. Bencana pun di
mulai saat aku membuka mata dan menyadari aku sudah berada dalam hangatnya
pelukanmu, ahh aku tidak rela untuk melepas pelukanmu peluk aku sampai aku
tidak bisa bernafas karena nafas hidupku hanya untukmu. Sekali lagi hanya untuk
mu, dan juga tolong beri aku nafas kehidupanmu sampai aku kenyang dan merasa yakin
kaulah miliku sepenuhnya.
Itu
hanya harapan kosongku saja, nyatanya kau hanya menikmati aku dan setelahnya
kau buang aku jauh hingga masuk kedalam jurang cinta yang dalam sangat dalam
sampai aku tidak bisa meraih pegangan untuk bangkit. Kembali hujan memperkosa
tubuhku dan sedikit menyadarkan aku bahwa hidup ini hanya penuh dengan biarahi
dan gairah cinta yang datang dan pergi sesuka hati mereka. Tolong beri aku
sedikit cahaya untuk menemaniku pulang aku mohon tuan karena di palung hatiku
hanya ada dirimu yang perlahan lahan mengkerik hatiku hingga menjadi butiran
harapan.
Tuan,
apa dirimu ingat disaat kau membelai mesra rambut ikal ini dengan penuh
perasaan sayang? Waktu itu aku duduk tepat di sebelah mu dan aku bisa bebas
menikamti wajahmu dengan leluasa, dan sesekali juga kau cium kening ku dan cium
pipi ku tanda bahwa kau benar benar menginginkanku untuk menjadi ratu di
hatimu. Lagi, itu hanyalah kilatan masa lalu yang sepertinya sudah kau Buang jauh
ke tengah samudra hindia bahkan sampai ke kutub utara. Percayalah tuan aku
hanya punya satu hati yang sudah ku serahkan padamu, tetapi kau buang dan kau injak
hingga tak berbentuk lagi.
Sakit
memang sakit, rasanya aku ingin ikut dalam pusaran hitam cintamu. Tidak apa apa
jika kau hanya menganggapku sebagai hiasan kamar mu atau bahkan sebagai boneka
pemuas nafsu birahimu aku rela. Asalkan aku terus ada di sisimu, di hatimu, di
hidupmu sampai tuhan sendiri yang datang menjemputku untuk tinggal di istananya
yang indah. Betapa aku sangat mencintaimu tuan rasa cinta ini semakin hari
semakin sulit aku buang, karena dirimu aku ada dan karena diirmu aku rela
menjadi seorang wanita yang melepaskan mahkota kehidupannya hanya untukmu tuan.
Komentar
Posting Komentar